Peristiwa ini bermula pada Senin (25/5), saat Kantor SAR Mataram menerima laporan adanya pendaki asal Malaysia yang terjatuh ketika turun dari puncak Gunung Rinjani menuju jalur pelawangan. Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya, lalu dievakuasi oleh porter dan pemandu ke Pelawangan 2 Sembalun.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung dikerahkan ke lokasi. Untuk mempercepat penanganan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterbangkan dari Bali.
Namun, upaya evakuasi pada Senin sore belum dapat dilakukan karena kawasan Pelawangan 2 Sembalun diselimuti kabut tebal. Kru helikopter yang sempat bermanuver mencari celah pendaratan akhirnya memutuskan kembali ke pangkalan di Bali karena jarak pandang sangat terbatas.