Signifikansi konferensi RightsCon di Zambia tidak hanya menunjukkan dugaan campur tangan tersebut, tetapi juga mengungkap sifat pengaruh China yang terus berkembang di Afrika. Konferensi tersebut bukanlah acara yang berfokus pada Taiwan, dan agendanya mencakup diskusi tentang tata kelola digital, pengawasan, sensor, keamanan siber, dan kebebasan internet, termasuk percakapan tentang ekspor praktik otoriter digital dan teknologi pengawasan China.
Jika tuduhan itu benar, tekanan China tidak ditujukan pada hubungan antarnegara formal, tetapi pada pengaruh ruang sipil dan politik di dalam suatu negara Afrika. Implikasinya adalah pengaruh China semakin meluas ke pertanyaan tentang siapa yang mendapat akses ke acara internasional, ide apa yang dapat dibahas, dan perwakilan politik mana yang diizinkan untuk hadir.
Hal ini juga menandai pergeseran dalam cara pandang terhadap peran China di Afrika. Sebagian besar perdebatan tentang pengaruh negara tersebut di benua itu berfokus pada utang, ketergantungan infrastruktur, ekstraksi sumber daya, dan ketidakseimbangan perdagangan. Kekhawatiran tersebut tetap relevan. China terus mendominasi hubungan perdagangan di sebagian besar wilayah Afrika, dan ketidakseimbangan tersebut tetap substansial. Defisit perdagangan Afrika dengan China dilaporkan meningkat menjadi sekitar USD 102 miliar tahun lalu.
Namun, perkembangan terkini menunjukkan bahwa pengaruh China semakin bersifat politis, normatif, dan berorientasi pada keamanan. China tidak hanya membangun jalan, kereta api, atau infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga membentuk perilaku diplomatik dan insentif politik dengan cara yang memengaruhi bagaimana negara-negara Afrika terlibat secara internasional. Beijing terus memperluas jejak keamanannya melalui pelatihan militer, penempatan pasukan penjaga perdamaian, dan kerja sama maritim. China kini menjadi penyumbang dana terbesar kedua untuk operasi penjaga perdamaian PBB dan mempertahankan pangkalan logistik militer luar negeri pertamanya di Afrika, di Djibouti, yang menggarisbawahi bahwa ambisinya di benua itu melampaui sekadar ekonomi.