Pada saat yang sama, Eswatini menunjukkan bahwa negara-negara Afrika bukanlah sekadar penerima pasif pengaruh China. Terlepas dari tekanan diplomatik dan insentif ekonomi, kerajaan Afrika Selatan ini terus mengakui Taiwan dan secara terbuka menolak tekanan China. Setelah kritik China terhadap negara tersebut karena menampung Lai, Eswatini menyatakan bahwa "keputusan kedaulatannya harus dihormati oleh semua pihak".
Perlawanan itu penting. Hal itu menunjukkan bahwa bahkan negara-negara kecil pun tetap memiliki pengaruh dalam persaingan geopolitik yang semakin intensif antara China dan Taiwan. Tetapi hal itu juga menggarisbawahi meningkatnya biaya untuk mempertahankan posisi politik yang bertentangan dengan preferensi China.
(Rahman Asmardika)