Selain menyesuaikan insentif berdasarkan jumlah penerima manfaat, BGN juga akan mengevaluasi mekanisme pemberian insentif yang selama ini lebih berorientasi pada jumlah produksi makanan.
Ke depan, penilaian akan dilakukan menggunakan sejumlah indikator yang lebih komprehensif. Beberapa aspek yang akan menjadi pertimbangan antara lain kualitas makanan, standar keamanan pangan, hingga ketahanan pangan.
"Jadi kita akan bikin beberapa composite untuk penilaian supaya enggak sekedar, ‘Oh, pokoknya aku mau masak segini ya segitu,’ dapatnya gitu," tutur Agustina.
(Awaludin)