Ia masuk Akademi Angkatan Laut tahun 1965 dan lulus pada 1969, kemudian dilantik sebagai perwira berpangkat letnan dua. Dari situ, berbagai penugasan dijalani oleh Sutjipto saat masih menjadi Perwira Pertama (Pama).
Ketika sudah mencapai jenjang kepangkatan Perwira Menengah (Pamen), ia mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) pada tahun 1986.
Setelah itu, ia dipercaya menjadi komandan di berbagai kapal perang TNI Angkatan Laut dari tahun 1989 hingga 1991, serta menjadi Komandan Satuan Tugas Pengalihan Kapal-Kapal Bekas Jerman Timur TNI Angkatan Laut dari tahun 1992 hingga 1995.
Pada 1995, ia dipromosikan sebagai Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Timur (Kasarmatim), pangkat yang disandangnya naik menjadi laksamana pertama.
Pada Maret 1996, ia mendapatkan promosi jabatan dan pangkat lagi menjadi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), menggantikan Widodo Adi Sutjipto. Pangkatnya naik menjadi laksamana muda ketika menjabat di sana.
Setelah kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Pangarmabar, Sutjipto dimutasi ke Markas Besar TNI Angkatan Laut sebagai Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena Kasal).
Tak lama kemudian, ia dipromosikan menjadi Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Danjen Akabri) pada 1998, pangkatnya naik menjadi laksamana madya.
Pada 1999, Sutjipto dimutasi menjadi Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Pada Juli 1999, ia dipromosikan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).
Sutjipto menjabat sebagai KSAL selama kurang lebih 14 bulan hingga 9 Oktober 2000. Setelah itu, ia pensiun dari dinas kemiliteran dengan pangkat terakhir laksamana.
Setelah pensiun, Sutjipto menduduki jabatan Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Transcoal Pacific Tbk hingga sekarang.
(Rahman Asmardika)