Trump Ancam Serang Iran Terkait Aksi Hizbullah, Pembicaraan Damai Berpotensi Batal

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 22 Juni 2026 07:56 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Share :

"Jika mereka tidak mencapai kesepakatan, kami akan mengumpulkan tol," tambahnya, sebagaimana dilansir TRT.

Dalam pernyataan yang sama, ia juga mengeluarkan peringatan kepada kepemimpinan Iran, mendesak Presiden Masoud Pezeshkian untuk "lebih berhati-hati dalam ucapannya" dalam pernyataannya, menandakan bahwa Washington akan mempertahankan pengaruh jika negosiasi gagal setelah periode 60 hari.

"Dia lebih baik memperbaiki diri atau kami akan mengambil alih seluruh negara," kata Trump.

Ia juga berpendapat bahwa ia akan memiliki pengaruh setelah periode negosiasi 60 hari. "Saya memiliki opsi 60 hari dan saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan setelah opsi itu," katanya.

Menanggapi ancaman Trump, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan agar Presiden AS lebih berhati-hati dengan retorikanya. Dia menegaskan bahwa Teheran siap merespons ancaman tersebut jika diperlukan.

“Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada titik keputusasaan seperti sekarang ini? Kami tidak mengandalkan ancaman Amerika,” tulis Ghalibaf di X.

“Sebaiknya mereka berhati-hati dengan komentar mereka, angkatan bersenjata kami siap merespons dengan cara yang berbeda. Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak.”

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya