Kekeringan Meluas di Sejumlah Daerah, BNPB: Ribuan Warga Terdampak

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 25 Juni 2026 15:59 WIB
Bencana Kekeringan (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, seiring semakin banyak daerah yang memasuki musim kemarau. Ribuan warga terdampak dan sejumlah pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat serta menyalurkan bantuan air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan dalam periode 24-25 Juni 2026, kekeringan terjadi di berbagai daerah, disertai kejadian bencana lain seperti tanah longsor, banjir rob, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan.

Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kekeringan berdampak pada 42 kepala keluarga (KK) atau 125 jiwa di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro.

"BPBD Kabupaten Boyolali telah menyalurkan bantuan air bersih yang dilaporkan tersalurkan secara merata, aman, dan tertib kepada seluruh warga yang membutuhkan," ujar Abdul Muhari, Kamis (25/6/2026).

Di Kabupaten Bekasi, kekeringan berdampak pada 2.172 KK atau 5.425 jiwa. Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat sejak 10 Juni hingga 30 September 2026. BPBD setempat telah menyalurkan sedikitnya 130.000 liter air bersih kepada warga terdampak.

 

Sementara di Kabupaten Bogor, sebanyak 1.141 KK atau 4.092 jiwa terdampak kekeringan. Distribusi bantuan air bersih terus dilakukan, termasuk ke wilayah Kecamatan Nanggung.

Di Jawa Tengah, kekeringan juga melanda Kabupaten Banjarnegara, Klaten, dan Cilacap. Di Banjarnegara, sebanyak 339 KK atau 2.069 jiwa terdampak dan telah menerima bantuan 6.000 liter air bersih.

Adapun di Kabupaten Klaten, jumlah warga terdampak mencapai 2.161 KK atau 6.859 jiwa. Hingga 24 Juni 2026, BPBD telah mendistribusikan 121 tangki air bersih atau setara 605.000 liter.

Sementara itu, di Kabupaten Cilacap, kekeringan berdampak pada 667 KK atau 2.386 jiwa. Sebanyak 25.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di sejumlah kecamatan terdampak.

Di luar Pulau Jawa, kekeringan juga terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. BNPB mencatat sebanyak 4.245 KK atau 12.008 jiwa terdampak. Distribusi air bersih hingga 24 Juni telah mencapai empat desa dan sembilan dusun dengan total volume mencapai 450.000 liter.

Selain kekeringan, BNPB juga melaporkan sejumlah bencana lain yang masih dalam penanganan. Tanah longsor di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, menyebabkan 10 KK atau 39 jiwa mengungsi, sementara 25 KK atau 87 jiwa lainnya berada dalam risiko terdampak.

 

Di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada 24 Juni 2026 menghanguskan sekitar 50 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan kondisi saat ini dilaporkan kondusif.

Sementara itu, banjir rob di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang berdampak pada 127 KK dan 73 rumah, dilaporkan mulai surut. Kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, pendidikan, dan layanan kesehatan masih dapat terpenuhi.

BNPB juga terus memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Hingga 24 Juni 2026, total luas lahan terbakar sejak awal tahun mencapai 457,22 hektare. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau. Masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kondisi yang berisiko memicu bencana.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya