Tak hanya itu, Pras juga mengungkapkan ancaman PHK dapat dipengaruhi persoalan modal perusahaan yang disimpan di perbankan. Menurut dia, apabila institusi perbankan tersebut mengalami masalah, kondisi itu dapat berdampak pada likuiditas modal perusahaan.
"Ada juga tadi bermasalah terhadap modal, modal disimpan di sebuah institusi perbankan yang institusi perbankannya bermasalah," tuturnya.
Dia mengatakan, Satgas Mitigasi PHK telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah perusahaan yang berpotensi melakukan PHK. Sebab, menurut dia, terdapat perusahaan yang secara fundamental keuangannya sehat, tetapi tetap dapat terdampak akibat masalah dengan institusi eksternal.
"Padahal sebetulnya perusahaannya perusahaan sangat sehat. Hanya karena bermasalah dengan pihak institusi lain di perbankannya, ini juga ikut bermasalah. Jadi satu-satu memang secara detail kita petakan," pungkasnya.
(Arief Setyadi )