Kendati kepuasan publik masih dominan, dia mengungkap adanya tren penurunan yang terjadi sejak Agustus 2025 lalu, saat survei yang sama dilakukan.
"Kami juga memotret ada compare (bandingkan) dengan Agustus. Kami dulu survei Agustus sebelum ada kerusuhan Agustus itu, di awal Agustus kepuasan Pak Prabowo di angka 67,7%, sekarang 64,8%," ujarnya.
Survei ini dilakukan dalam periode 18-26 Mei 2026. Sampel dipilih sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsional antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.
Dengan jumlah sampel sebanyak 2.400 responden, margin of error yang diterapkan ±2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(Rahman Asmardika)