JAKARTA - Pemerintah mengimbau masyarakat memperkuat gerakan hemat air dari rumah sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda swasembada air nasional. Menjaga ketersediaan air bisa dilakukan dengan kebiasaan sederhana secara konsisten setiap hari.
Sebelumnya, dalam sambutan resmi saat Konferensi Internasional Infrastruktur, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada air menjadi bagian penting dari agenda kemandirian nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi melalui konservasi, pendayagunaan, dan mitigasi daya rusak air.
“Hal ini agar ketersediaan air bagi rumah tangga, pangan, dan industri tetap terjaga,” ujar Menko AHY dikutip, Senin (29/6/2026).
Dijelaskan AHY, swasembada air berarti kemampuan suatu wilayah memenuhi kebutuhan air secara berkelanjutan dari sumber daya yang dimiliki.
“BMKG mengingatkan bahwa musim kemarau dapat meningkatkan risiko kekeringan. Sementara, data BNPB menunjukkan bahwa kejadian kekeringan umumnya meningkat selama puncak musim kemarau sehingga masyarakat perlu lebih bijak dalam penggunaan air,” ulasnya.
Dia juga mengungkapkan lima kebiasaan sederhana yang bisa mulai diterapkan sejak hari ini untuk menjaga ketersiadan air.
Diantaranya segera perbaiki kebocoran air, manfaatkan air hujan, gunakan Air bekas untuk menyiram tanaman, menanam pohon untuk menjaga cadangan air dan terakhir jangan membuang sampah ke sungai.
“Bayangkan jika setiap keluarga memperbaiki keran bocor, memanfaatkan air hujan, menggunakan kembali air bekas yang masih layak, menanam pohon, dan menjaga sungai tetap bersih,” ujarnya.
Dampaknya tidak hanya terasa pada tagihan air rumah tangga, tetapi juga membantu menjaga pasokan air untuk pertanian. Ketersediaan air yang terjaga akan mendukung produksi pangan sehingga mengurangi risiko kenaikan harga bahan makanan saat musim kemarau.
Mewujudkan swasembada air dimulai dari rumah. Melalui kebiasaan sederhana seperti memperbaiki kebocoran, memanfaatkan air hujan, menggunakan kembali air bekas, menanam pohon, dan menjaga kebersihan sungai, setiap orang dapat ikut menjaga keberlanjutan sumber daya air.
“Semakin banyak masyarakat yang menerapkan kebiasaan hemat air, semakin besar peluang Indonesia memiliki cadangan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang maupun yang akan datang,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )