Kualitas Udara Jakarta Buruk, Energi Terbarukan Dinilai Bisa Jadi Solusi

Arief Setyadi , Jurnalis
Kamis 02 Juli 2026 20:01 WIB
Polusi udara di Jakarta (Foto: Dok Okezone)
Share :

Syam menilai dampak polusi tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia. Ia menyebut berbagai penelitian mengaitkan emisi PLTU batu bara dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, gangguan paru-paru kronis, hingga kematian dini akibat paparan PM2.5. 

"Dalam konteks Jakarta, masalah ini telah melampaui isu lingkungan semata. Ini telah menjadi isu ketahanan manusia, kualitas hidup, dan masa depan generasi perkotaan Indonesia," tuturnya.

Ia melihat Indonesia memiliki peluang mempercepat transisi energi melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang memproyeksikan kebutuhan investasi ketenagalistrikan sekitar 183 hingga 188 miliar dolar Amerika Serikat. Fokus investasi pada energi terbarukan dan Battery Energy Storage System (BESS) dinilai menjadi fondasi sistem energi yang lebih berkelanjutan.

"Sering dilupakan, transisi energi bukan sekadar proyek kelistrikan. Ia adalah peluang ekonomi nasional dalam skala besar," ujarnya.

Menurutnya, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipadukan BESS berpotensi menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri baterai nasional, mempercepat hilirisasi nikel. Bahkan, dapat meningkatkan daya tarik investasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya