Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2026 09:42 WIB
ilustrasi.
Share :

JAKARTA – Sebuah studi yang dirilis The Global Initiative Against Transnational Organized Crime menelusuri bagaimana organisasi bernama Front Persatuan China telah meresap ke dalam ekosistem politik dan kriminal Thailand, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Laporan bertajuk “Beyond Boundaries: The Chinese Party-State and Geocriminality in Southeast Asia” tersebut menggambarkan organisasi ini sebagai sebuah jaringan luas lintas perbatasan dan lapisan sosial, yang membentuk peristiwa dengan cara yang sulit dipahami oleh pemerintah, apalagi dikendalikan.

Sistem Front Persatuan dulunya merupakan alat politik Beijing untuk mengelola hubungan dengan komunitas Tionghoa di luar negeri. Di bawah Presiden China, Xi Jinping, sistem ini telah berkembang menjadi aparatus global dengan sumber daya dan ambisi baru. Sistem ini memengaruhi asosiasi bisnis, kelompok diaspora, gereja, dan organisasi masyarakat sipil, serta menciptakan iklim yang mendorong pelaku kriminal untuk bersekutu dengan kepentingan strategis Beijing. Laporan ini menyebut fenomena tersebut sebagai “geokriminalitas sistemik,” sebuah istilah yang menggambarkan bagaimana pengaruh dan ilegalitas bercampur tanpa koordinasi formal.

Dilansir Bitter Winter, Jumat, (3/7/2026), studi kasus menunjukkan bagaimana hal ini bekerja dalam praktiknya. Di Thailand, jaringan yang terkait dengan China telah menanamkan diri dalam penipuan daring (online scam), perdagangan narkoba, dan pencucian uang. Organisasi yang menampilkan diri sebagai asosiasi budaya atau ekonomi sering kali berfungsi sebagai jembatan antara elite lokal dan aktor China yang aktivitasnya berkisar dari bisnis yang sah hingga kejahatan terorganisasi. Jaringan-jaringan ini berkembang di lingkungan tempat korupsi merajalela dan penegakan hukum mudah dikompromikan.

Di Filipina, tokoh-tokoh bergerak di lingkaran politik dan kriminal dengan sangat mudah, dikelilingi oleh organisasi yang terhubung dengan Front Persatuan. Laporan tersebut menggambarkan sistem tempat individu yang memiliki akses ke struktur pengaruh China mengejar agenda mereka sendiri, sehingga memungkinkan kepentingan Beijing dan usaha kriminal untuk maju di jalur paralel. Insentifnya sangat kuat, dan batas antara pengaruh serta ilegalitas menjadi kabur.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya