JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Bertindak sebagai komandan upacara yakni Komandan Kodim 0733/Kota Semarang Kolonel Infanteri Priyo Handoyo.
Dalam sejarah RI, upacara peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka sejak 1950 di era Presiden Soekarno. Untuk diketahui, pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, Istana Merdeka (yang sebelumnya dikenal sebagai Istana Gambir) menjadi saksi penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949.
“Keesokan harinya (28 Desember 1949), Presiden RI Soekarno beserta keluarga tiba di Jakarta dari Yogyakarta, mendiami Istana Merdeka untuk pertama kalinya. Sejak itu pula, Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus di Istana Merdeka pertama kali diadakan pada 1950,” tulis laman resmi Sekretariat Kabinet dikutip Senin (17/8/2026).
Komandan Upacara HUT RI, baik untuk Peringatan Detik-Detik Proklamasi (pagi hari) maupun penurunan Bendera Merah Putih (sore), dipilih melalui seleksi ketat dari masing-masing Matra TNI dan Polri. Seleksi tidak hanya mencakup postur, suara, kemampuan baris-berbaris, kepemimpinan, namun juga psikologi.
Mengacu sejarah TNI, terdapat 4 peraih lencana Adhi Makayasa alias lulusan terbaik Akademi Militer pernah menjadi komandan upacara 17 Agustus di Istana Merdeka. Sebagian di antaranya kini telah purna tugas. Adapun yang masih dinas aktif, salah satunya pemilik gelar langka.
1. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (Akmil 1973)
Jenderal TNI (Hor) (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY merupakan peraih Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama Akmil 1973. Kariernya dimulai sebagai komandan tonpan Yonif Linud 330 Kostrad.