FSP BUMN Bersatu Apresiasi Danantara Gandeng KPK, Arief Poyuono: Bersihkan BUMN hingga Tuntas

Tim Okezone, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2026 11:06 WIB
Danantara gandeng KPK bersihkan BUMN (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia yang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam melakukan audit dan penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen nyata untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun tata kelola BUMN yang lebih profesional, efisien, dan bebas dari praktik korupsi. 

Koordinasi yang dibangun Danantara dengan KPK merupakan sinyal positif bahwa proses perampingan dan penutupan BUMN yang tidak produktif tidak hanya berorientasi pada efisiensi anggaran, tetapi juga memastikan setiap dugaan penyimpangan yang terjadi di masa lalu tetap diproses sesuai ketentuan hukum.

"Kami dari FSP BUMN Bersatu mengapresiasi langkah Danantara yang berkoordinasi dengan KPK dalam membersihkan BUMN. Ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo agar BUMN menjadi institusi yang sehat, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara," ujar Arief, Jumat (3/7/2026).

Arief mengatakan, banyak BUMN yang selama ini tidak lagi memiliki prospek bisnis yang jelas, tetapi tetap mempertahankan struktur organisasi yang besar dengan biaya operasional tinggi. Kondisi tersebut pada akhirnya mengurangi kemampuan BUMN untuk memberikan dividen maupun kontribusi optimal terhadap penerimaan negara.

"Selama ini kami melihat Danantara memang harus berkonsentrasi pada agenda pembersihan dan perampingan BUMN. Tidak semua BUMN mampu memberikan kontribusi yang baik bagi penerimaan negara. Karena itu, restrukturisasi harus dilakukan secara objektif agar aset negara dikelola lebih produktif dan efisien," jelasnya.

Meski demikian, Arief menegaskan bahwa proses pembenahan tersebut harus dibarengi dengan penegakan hukum yang kuat. Menurutnya, apabila dalam proses audit ditemukan indikasi tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan kewenangan, maka seluruh pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu.

Karena itu, FSP BUMN Bersatu menyatakan dukungan penuh terhadap strategi Danantara dan memberikan masukan agar pengawasan tidak hanya melibatkan KPK, tetapi juga aparat penegak hukum lainnya, khususnya Kejaksaan Agung, yang memiliki pengalaman dan kewenangan dalam menangani perkara tindak pidana korupsi.

"Kami mendukung penuh langkah Danantara. Bahkan, kami menyarankan agar strategi ini juga melibatkan aparat penegak hukum lainnya, terutama Kejaksaan Agung dan Polri. Sinergi antara Danantara, KPK, Kejaksaan Agung dan Polri akan memperkuat proses audit, penegakan hukum, sekaligus memberikan efek jera terhadap pelaku penyimpangan di lingkungan BUMN," kata Arief.

Menurut Arief, kolaborasi lintas lembaga tersebut akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses transformasi BUMN yang tengah dijalankan pemerintah. Selain memperbaiki tata kelola perusahaan negara, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang lebih sehat serta memastikan setiap rupiah aset negara dikelola secara bertanggung jawab demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami selama ini sudah memberikan data ke semua APH soal korupsi di BUMN, dengan langkah ini FSP BUMN Bersatu meminta Danantara dan lintas APH untuk segera memproses semua pengelola BUMN yang membuat kerugian negara. Hal ini pernah kami sampaikan langsung pada Prabowo saat membuat fakta integritas bersama FSP BUMN Bersatu,” lanjut Arief yang juga Komisaris PT Pelindo (Persero).

Seperti diketahui, pada Pilpres 2024, hanya satu satunya serikat pekerja yakni Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu yang secara resmi mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Langkah politik ini sempat diwarnai rencana pelaporan ke Bawaslu oleh elemen masyarakat karena melibatkan kelompok pekerja BUMN. Namun, Arief Poyuono dan gerbongnya FSP BUMN Bersatu tidak bergeming  atas hambatan dukungan tersebut, kerja kerja FSP BUMN Bersatu di lapangan tetap berjalan dalam memenangkan Prabowo-Gibran.

“FSP BUMN Bersatu sangat jelas, bahwa kami satu satunya serikat pekerja pada 2024 yang mendukung kemenangan Prabowo Gibran. Disaat serikat pekerja lainnya memberikan dukungan ke kontestan lainnya. Berbagai laporan ke Bawaslu pada kami tidak mengurangi komitmen kerja kami menangkan Prabowo-Gibran pada saat itu,” pungkas Arief.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya