Menurut Pramono, Jakarta harus terus menjaga posisinya sebagai kota global sekaligus pusat perekonomian nasional. Ia mengatakan Jakarta memiliki karakter berbeda dibandingkan kota-kota lain di Indonesia karena masih menyandang status sebagai kota global, pusat perekonomian, dan ibu kota negara.
"Jakarta adalah etalase atau role model. Dan inilah yang harus dijaga bersama-sama sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional," ujar Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga menyinggung kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional yang mengalami peningkatan. Jika sebelumnya berada di angka 16,16 persen, kini kontribusi Jakarta mencapai 16,67 persen.
"Ada kenaikan yang cukup signifikan, kurang lebih 0,5 persen. Relatif pertumbuhan ekonomi Jakarta stabil, inflasinya jauh lebih rendah dari inflasi nasional. Inilah yang harus kita jaga bersama-sama," kata Pramono.
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut Jakarta memegang peran penting bagi perekonomian nasional. Menurutnya, Jakarta menyumbang sekitar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.
"Jakarta adalah kunci. Sekitar 16,67 persen perekonomian Indonesia disumbang oleh Jakarta. Sekitar seperlima inflasi nasional bergantung pada stabilitas harga di Jakarta. Dengan demikian, menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia," ujar Iwan.