Meskipun demikian, ketegangan tetap berlanjut. Pada Mei, AS memberlakukan sanksi baru terhadap perusahaan minyak Tiongkok yang diduga terlibat dalam perdagangan dengan Iran, dan memasukkan sejumlah entitas lain ke dalam daftar hitam pada bulan berikutnya yang dituduh memasok senjata ke Korps Garda Revolusi Islam Iran. Tiongkok menanggapi dengan memberikan sanksi kepada sepuluh perusahaan AS yang terlibat dalam sektor pertahanan, kedirgantaraan, dan pertambangan logam tanah jarang.
China juga mengutuk perang AS-Israel melawan Iran dan blokade energi AS terhadap Kuba sebagai pelanggaran hukum internasional.
(Rahman Asmardika)