BMKG Pastikan Indonesia Tak Berpotensi Heatwave seperti Eropa Meski El Nino Menguat

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 11 Juli 2026 09:30 WIB
Cuaca Panas (foto: Freepik)
Share :

Ardhasena mengungkapkan tren pemanasan di Indonesia terus meningkat. Suhu rata-rata nasional tercatat naik sekitar 0,13–0,14 derajat Celsius setiap dekade, sementara Juni 2026 menjadi bulan terpanas sejak periode klimatologi 1991–2020.

"Jumlah hari panas maupun malam yang tetap hangat atau yang disebut sebagai tropical nights juga terus mengalami peningkatan, terutama di wilayah pesisir," ujarnya.

BMKG juga memproyeksikan El Nino 2026 berpotensi mencapai kategori kuat sehingga meningkatkan risiko kekeringan, suhu tinggi, penurunan kualitas udara, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai intensitas kuat. Waspada peningkatan risiko kekeringan dan dampak turunannya, suhu ekstrem, heatstroke, serta potensi penurunan kualitas udara akibat kondisi kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla dan akumulasi polutan yang berdampak pada kesehatan," tegas Ardhasena.

Ia menegaskan, ancaman utama bagi Indonesia bukanlah heatwave seperti di Eropa, melainkan paparan suhu tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dan diperparah oleh kelembapan udara tinggi sehingga meningkatkan beban panas yang dirasakan tubuh.

"Peluang terjadinya gelombang panas seperti di Eropa memang kecil. Tetapi bukan berarti kita tidak perlu mengantisipasi kondisi panas tinggi yang berlangsung secara berkelanjutan, diiringi kelembapan yang tinggi, dan bagaimana dampaknya terhadap tubuh manusia," pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya