TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa membalaskan dendam atas kematian ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei, adalah "tuntutan bangsa" dan "pasti" harus dilaksanakan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pesan yang disampaikan selama upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi, menurut stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
"Kami berjanji untuk membalaskan darah Anda yang tak bersalah dan semua martir dari dua perang ini dari para pembunuh yang jahat dan tidak terhormat," kata Mojtaba Khamenei dalam pesan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu.
"Masalah ini tidak bergantung pada keberadaan pribadi saya maupun pejabat lainnya. Baik kami hadir atau tidak, hal itu akan terjadi."
Ali Khamenei dimakamkan pada Kamis (9/7/2026) di Makam Imam Reza di kota Mashhad, Iran timur laut, mengakhiri rangkaian upacara pemakaman selama seminggu.
Ia tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari dan diikuti oleh serangan balasan Iran.
Menurut laporan The Wall Street Journal pada Kamis, Israel baru-baru ini berbagi informasi intelijen dengan AS yang menuduh Iran telah mengembangkan rencana baru untuk membunuh Presiden AS Donald Trump.
Dalam unggahan pada Jumat (10/7/2026) di platform Truth Social miliknya, Trump mengancam akan meluncurkan "ribuan rudal" ke Iran jika negara itu mencoba membunuhnya.
Pada Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada akhir Februari dan membuka jalan bagi perjanjian perdamaian yang langgeng.
Nota kesepahaman tersebut menyerukan penghentian segera pertempuran di semua lini, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Terlepas dari kesepakatan tersebut, kedua pihak saling menyerang minggu ini terkait lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz.
AS menyerang target di Iran, yang kemudian membalas dengan menargetkan aset AS di seluruh wilayah tersebut.
(Rahman Asmardika)