Nurma menerangkan, ancaman bom itu dikirimkan via japri kepada guru dan petugas tata usaha (TU). Pihak kepolisian kemudian langsung merapat ke lokasi. Para siswa dievakuasi untuk keluar lingkungan sekolah.
"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," ujar dia.
Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror sudah melakukan penelusuran, dan hasilnya nihil ditemukan bom di lokasi. Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyisiran.
"Nihil tapi masih disisir, lagi disisir," jelas dia.
(Awaludin)