TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran telah melancarkan serangan rudal terhadap beberapa fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut setelah Washington melancarkan gelombang serangan yang berlangsung selama lebih dari lima jam.
Komando Pusat AS mengumumkan tak lama kemudian bahwa mereka telah "mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut," dengan ledakan hebat dilaporkan di beberapa wilayah Iran. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut berhasil menyerang target militer di seluruh Iran, termasuk Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas.
Sebagai balasan, IRGC melakukan serangan terhadap beberapa fasilitas militer AS di wilayah tersebut, termasuk "gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit," dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
“Serangan ini merupakan tanggapan terhadap konfrontasi tadi malam di Selat Hormuz,” demikian diumumkan IRGC, sebagaimana dilansir RT. Pernyataan itu menambahkan bahwa “operasi pembalasan” terhadap serangan AS terbaru “masih berlangsung.”
IRGC juga telah mengeluarkan pernyataan kepada rakyat Yordania, mengatakan bahwa mereka telah menyerang sebuah pangkalan udara yang telah digunakan oleh militer Amerika untuk melakukan serangan terhadap Iran.
“Anda tahu bahwa kami tidak memiliki permusuhan terhadap negara Anda; sebaliknya, kami sangat mencintai Anda, rakyat yang mulia. Anda memahami rasa sakit dan penderitaan rakyat Palestina lebih baik daripada bangsa lain mana pun, dan Anda menyadari kejahatan rezim Zionis (Israel),” kata IRGC.