"Barang itu ditemukan di Twitter-nya Dian Sandi dan Twitter itu bisa diakses oleh siapa saja. Jadi itu bukan mengambil dari komputernya Dian Sandi, bukan mengambil dari komputernya Jokowi. Soal ijazah yang analog, ijazah yang fisik, kami semua tidak ada yang pernah melihat. Yang pernah melihat itu hanya waktu digelar perkara khusus," ujarnya.
Apalagi, tambahnya, dokumen itu juga bukan diambil dari komputer pribadi Jokowi sehingga tidak mungkin menyebabkan kerusakan pada dokumen pribadi milik Jokowi ataupun Dian Sandi. Lebih jauh, dia pun mengaku tidak pernah melihat ijazah asli Jokowi, termasuk para saksi lain yang dipanggil polisi.
"Hanya digelar perkara khusus. Jadi saat saya diperiksa di BAP, dan saya yakin 100 orang saksi yang di BAP itu semuanya tidak pernah melihat ijazah asli Jokowi. Jadi sebenarnya ini perkara yang sangat-sangat aneh," katanya.
(Arief Setyadi )