Basis data yang direvisi juga memperkenalkan kategori baru yang diberi nama “Operasi Luar Negeri,” yang menurut para pejabat melacak personel yang terbunuh atau terluka mulai tanggal 7 Juli. Pentagon belum menjelaskan secara terbuka mengapa klasifikasi baru tersebut ditambahkan selama konflik aktif atau apakah klasifikasi tersebut mengubah cara pelaporan korban.
Jumlah korban yang diperbarui menggarisbawahi skala konflik tersebut, yang mencakup serangan rudal balistik Iran terhadap instalasi AS, serangan pesawat tak berawak, konfrontasi angkatan laut di Teluk, dan operasi udara Amerika yang berkelanjutan yang menargetkan infrastruktur militer Iran.
Meskipun pertempuran aktif telah mereda dalam beberapa hari terakhir, angka Pentagon yang direvisi menunjukkan bahwa korban jiwa akibat perang tersebut jauh lebih besar daripada yang dipahami sebelumnya, sehingga menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana korban militer dikumpulkan, diverifikasi, dan diungkapkan selama salah satu konflik paling penting yang dialami Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.
Para pejabat Pentagon seperti Valdez dan Parnell bersikeras bahwa situs web DCAS adalah bukti komitmen terhadap transparansi mengenai jumlah korban tewas dan luka-luka dalam perang tersebut.
(Rahman Asmardika)