Kembangkan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Bidik Proyek Limbah Kesehatan di Bengkulu

Yuwantoro Winduajie, Jurnalis
Selasa 28 Juli 2026 17:41 WIB
llustrasi.
Share :

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengembangkan penyidikan kasus suap di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, ke dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Salah satu proyek yang sedang didalami berkaitan dengan pengelolaan limbah kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan pengembangan perkara tersebut berangkat dari temuan keterlibatan pihak swasta yang sebelumnya juga terkait dengan proyek-proyek di Rejang Lebong.

"Iya itu pengembangan perkara suap Rejang Lebong, bahwa ada dari pihak swasta (pemberi) selain proyek di Rejang Lebong yang bersangkutan juga ada proyek di Kota Bengkulu. Jadi tim sedang pengembangan terus ya, nanti tunggu perkembangan seperti apa," kata Taufik, Selasa (28/7/2026).

Taufik membenarkan pengembangan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan limbah kesehatan. Namun, dia menegaskan penyidik masih terus bekerja mengumpulkan alat bukti.

"Salah satunya ya, nanti secepatnya kita update ya karena tim kan sedang bekerja," ujarnya.

Sebelumnya, KPK menggeledah sejumlah lokasi di Bengkulu dalam rangka pengembangan penyidikan kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Penggeledahan dilakukan di kantor dan rumah pihak swasta yang bergerak di bidang alat kesehatan dan pengelolaan limbah, serta rumah Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu.

Dari kegiatan tersebut, penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai lebih dari Rp4 miliar.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya menyatakan pengembangan perkara suap Rejang Lebong berkaitan dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. KPK juga telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk mengusut perkara tersebut, namun hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari bersama sejumlah pihak lainnya terkait proyek fisik di lingkungan Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya