JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) Sumatera beberapa waktu lalu menegaskan, kehidupan masyarakat Aceh saat ini sudah kembali normal pascabencana akhir November 2025.
Diketahui, status transisi darurat menuju pemulihan pascabencana Aceh telah berakhir. Saat ini, penanganan mulai memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Namun demikian, banyak masyarakat maupun kelompok yang masih menyalurkan donasi untuk pemulihan korban banjir di Sumatera. Salah satunya dari Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Kafispolgama). Penyaluran dilakukan secara simbolik di Kantor Palang Merah Indonesia DKI Jakarta.
Ketua PMI DKI Beky Mardani mengatakan, saat ini beberapa daerah di Aceh masih membutuhkan bantuan, salah satunya wilayah Kabupaten Bener Meriah yang masih membutuhkan bantuan untuk pemulihan saluran air bersih.
“Dalam waktu dekat, akhir Agustus 2026 tim dari PMI DKI Jakarta juga akan berangkat ke Aceh, tepatnya ke wilayah Bener Meriah, karena kebetulan ada permintaan dari sana untuk perbaikan dan penyediaan sarana air bersih.” ujar Beky, Kamis (30/7/2026).
Sementara itu, Ketua Kafispolgama Pulung Agustanto menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh keluarga alumni Fisipol UGM yang telah berkenan berdonasi untuk korban bencana banjir di Sumatera melalui Kafispolgama.
“Kami dari Keluarga Alumni Fisipol Universitas Gadjah Mada menyerahkan uang sebesar 50 juta rupiah ke PMI DKI Jakarta untuk pemulihan bencana di Sumatera, yang sampai saat ini masih berlangsung,” ujar Pulung.