Perselisihan diplomatik itu kembali memanas baru-baru ini, setelah Perdana Menteri Pedro Sánchez melakukan perjalanan ke Aljazair yang mendukung kemerdekaan wilayah tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Maroko untuk memastikan pemulangan semua orang yang menyeberang secara ilegal ke wilayahnya "sesegera mungkin".
Sánchez dijadwalkan mengunjungi Ceuta pada Jumat (31/7/2026).
Belum jelas apa yang memicu lonjakan penyeberangan ilegal dari Maroko ini, atau seberapa keras pihak berwenang di sana berupaya mencegahnya. Pada suatu waktu, seorang pejabat Spanyol mengatakan perbatasan tersebut benar-benar runtuh.
(Rahman Asmardika)