Kantor berita EFE melaporkan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah. Garda Sipil Spanyol kini tengah melakukan identifikasi terhadap 72 jenazah melalui pencocokan sidik jari dan sampel DNA yang ditargetkan rampung pada akhir pekan mendatang.
Sebagian besar korban meninggal akibat tenggelam saat mencoba berenang menuju Ceuta. Sementara lainnya dilaporkan tewas akibat terinjak-injak ketika berusaha memanjat pemecah gelombang maupun pagar pembatas wilayah.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Maroko menyatakan gelombang penyeberangan massal dipicu oleh beredarnya informasi yang menyesatkan di media sosial, aktivitas jaringan penyelundup manusia, serta kesalahpahaman terhadap putusan pengadilan Spanyol mengenai pemulangan migran yang dicegat di laut.
Pemerintah Maroko mengonfirmasi sedikitnya 11 orang meninggal dunia di wilayahnya, sebagian besar akibat tenggelam. Namun, otoritas setempat masih melakukan verifikasi terhadap laporan jumlah korban dari sisi perbatasan Spanyol.
Sebelumnya, Pemimpin Ceuta Juan Jesús Vivas mengungkapkan kamar jenazah di wilayah tersebut telah menerima hingga 88 jenazah. Namun, sebagian di antaranya merupakan korban dari upaya penyeberangan lain yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares mengatakan hampir seluruh migran yang memasuki Ceuta kini telah dipulangkan ke Maroko.