Virus Langka yang Belum Ada Obatnya Terkonfirmasi Muncul di New York

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2026 08:59 WIB
Kutu Lone Star menjadi medium penularan virus Bourbon. (Foto: CDC)
Share :

NEW YORK - Kasus pertama virus Bourbon telah dikonfirmasi di New York, mendorong para peneliti untuk menyerukan peningkatan pengawasan dan pengujian di tengah peringatan bahwa infeksi langka yang ditularkan melalui kutu ini mungkin lebih luas daripada yang diketahui saat ini.

Ditemukan pada tahun 2014 dan dinamai berdasarkan Bourbon County, Kansas, tempat pertama kali diidentifikasi, virus ini diyakini ditularkan oleh kutu Lone Star (lone star tick). Tidak ada vaksin atau obat yang tersedia untuk mencegah atau mengobati penyakit ini. Gejalanya meliputi demam, kelelahan, ruam, sakit kepala, nyeri badan, mual, dan muntah.

Hanya enam kasus pada manusia yang dilaporkan sejak virus ini diidentifikasi, terutama di wilayah tengah AS. Pasien pertama yang diketahui, didiagnosis di Kansas pada tahun 2014, meninggal dunia.

Menurut sebuah studi Stony Brook Medicine yang dirilis bulan lalu, virus Bourbon “dapat segera mulai mempersulit diagnosis jika menjadi lebih umum pada musim panas ini dan tahun-tahun mendatang.”

Para peneliti mempelajari sampel darah dari 107 pasien yang mengalami demam dan gejala lain setelah gigitan kutu baru-baru ini di Suffolk County antara tahun 2019 dan 2024 dan menemukan bahwa dua di antaranya memiliki antibodi terhadap virus Bourbon.

Dilansir RT, salah satu pasien, seorang pria berusia 67 tahun dari Long Island, mengalami gejala parah dan dirawat di rumah sakit setelah digigit kutu Lone Star pada tahun 2021. Awalnya ia diobati dengan doksisiklin karena diduga menderita penyakit Lyme, tetapi kelelahan dan sakit kepala parahnya tidak kunjung membaik. Ia akhirnya pulih sepenuhnya, tetapi pemeriksaan ulang hasil tesnya menunjukkan peningkatan delapan kali lipat kadar antibodi virus Bourbon selama satu bulan, yang mengonfirmasi infeksi tersebut.

“Ada banyak kutu Lone Star di New York dan di wilayah Timur Laut. Kita memiliki populasi yang padat, dan ketika seseorang terinfeksi virus Bourbon, gejalanya mirip dengan infeksi yang ditularkan melalui kutu lainnya,” kata Dr. Luis Marcos, seorang profesor dan direktur Klinik Penyakit yang Ditularkan Melalui Kutu di Stony Brook Medicine.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya