Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Untuk Pertama Kali, AS Ungkap Miliki Senjata di Luar Angkasa

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |16:49 WIB
Untuk Pertama Kali, AS Ungkap Miliki Senjata di Luar Angkasa
Presiden AS Donald Trump mempresentasikan rencana sistem pertahanan Golden Dome di Gedung Putih.
A
A
A

WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya mengakui bahwa pihaknya memiliki senjata di luar angkasa. Pengakuan itu muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut dengan Rusia dan China.

Menteri Angkatan Udara AS, Troy Meink, mengungkapkan adanya pengerahan senjata tersebut pada Senin (14/9/2026) saat pembukaan Konferensi Udara, Luar Angkasa, & Siber 2026 yang diselenggarakan oleh Air & Space Forces Association di National Harbor, Maryland.

"Hari ini, kami terus memastikan kesiapan kami dalam menghadapi tantangan ancaman yang terus berkembang, di mana pun ancaman itu berada," ujar Meink dalam pidato utamanya, sebagaimana dilansir RT.

"Itulah sebabnya Space Force (Angkatan Luar Angkasa) kini memiliki senjata kendali luar angkasa yang beroperasi di orbit, yang mampu melindungi pasukan gabungan dari tindakan musuh," katanya tanpa memberikan rincian lebih lanjut. "Hal ini penting dari sudut pandang pencegahan," tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, Meink menolak untuk memaparkan detail lebih lanjut, seraya menegaskan bahwa pemilihan kata dalam pernyataannya telah "dipertimbangkan dengan sangat matang."

"Sangatlah penting bagi kami untuk mempertahankan dominasi, tidak hanya di udara tetapi juga di luar angkasa," ujarnya, sebagaimana dikutip oleh Air & Space Forces Magazine.

The Washington Post mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa teknologi yang disebutkan oleh Meink tersebut dapat mencakup kemampuan untuk "melumpuhkan" satelit musuh jika satelit itu digunakan untuk menargetkan pasukan Amerika atau satelit milik AS.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement