JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat momentum Piala Dunia 2026 dimanfaatkan jaringan judi online (judol). Pada momen satu bulan Piala Dunia 2026, deposit judol setara Rp1,02 triliun.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, satu triliun itu tercatat dalam 6.001.352 transaksi. PPATK pun melakukan tindakan dengan menghentikan sementara transaksi pada 2.815 rekening dengan total saldo mencapai Rp325,43 miliar.
"Temuan lebih dari 6 juta transaksi terkait Piala Dunia dalam satu bulan menunjukkan betapa cepat jaringan judi online memanfaatkan perhatian publik," ujar Ivan, Rabu (5/8/2026).
Oleh karena itu, menurut dia, peningkatan jumlah transaksi perlu dipahami sebagai kombinasi antara perubahan pola pelaku dan semakin baiknya kemampuan sistem keuangan dalam menangkap aktivitas mencurigakan.
"Pada saat yang sama, peningkatan frekuensi transaksi juga memperlihatkan bahwa kemampuan deteksi kita semakin baik, sehingga sekecil apa pun transaksi mencurigakan yang melalui sistem keuangan semakin dapat dikenali," ungkap Kepala PPATK.
Lebih jauh, temuan transaksi tersebut merupakan bagian dari hasil analisis transaksi perjudian online selama Semester I 2026. Pada periode Januari–Juni 2026, nilai perputaran dana judol mencapai Rp86,82 triliun dalam 467,32 juta transaksi.