Dalam paparannya, Syaiful juga mengungkapkan Indonesia memiliki potensi bahan baku nuklir yang besar untuk mendukung pengembangan PLTN. Menurutnya, potensi uranium di Indonesia mencapai sekitar 89 ribu ton, sementara torium diperkirakan mencapai 143 ribu ton.
"Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, torium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60% kemudian mineral ikutan dari radio aktif," katanya.
Selain teknologi nuklir, BRIN juga memamerkan sejumlah inovasi di bidang energi alternatif. Di antaranya teknologi Compressed Natural Gas (CNG) yang mampu menampung gas hingga tekanan 30 bar, serta pengembangan biofuel dan bioetanol untuk mendukung implementasi program B50 berbahan baku sawit, sorgum, dan aren.
(Awaludin)