Laporan tersebut juga mengutip berbagai sumber internasional yang menyebut rencana itu mencakup skenario pergantian kepemimpinan Iran melalui koordinasi dengan pejabat Amerika Serikat untuk menyiapkan fase "pasca-rezim".
Bahkan, menurut laporan itu, terdapat skenario operasi gabungan Mossad dan CIA yang melibatkan kelompok militan Kurdi untuk memasuki wilayah Iran dengan dukungan udara Israel dan Amerika Serikat guna mendukung terbentuknya pemerintahan alternatif.
Meski demikian, rencana tersebut disebut berhenti pada tahap awal sehingga tidak pernah dijalankan. Channel 12 menyebut para pejabat yang bertanggung jawab kemudian dimintai pertanggungjawaban atas kegagalan tersebut.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Mossad terkait laporan pemecatan tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 13 Maret mengakui bahwa upaya menggulingkan pemerintahan Iran bukan perkara mudah.
Ia mengatakan belum ada kepastian bahwa tujuan tersebut dapat tercapai.
Sementara itu, ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serangkaian serangan militer dan aksi balasan terjadi di kawasan Timur Tengah, disusul upaya diplomasi yang sempat dibuka namun belum menghasilkan kesepakatan akhir.
(Awaludin)