Handojo juga menegaskan bahwa keanggotaan di Formas bersifat sukarela. Formas tidak dibangun atas dasar kepentingan materi, proyek, jabatan, ataupun keuntungan tertentu.
"Kami tidak menjanjikan manfaat dalam bentuk tersebut kepada setiap organisasi yang bergabung," tegasnya.
Yang dibangun Formas, kata dia, adalah ruang untuk saling mengenal, memperluas jejaring, mempererat persaudaraan lintas organisasi, bertukar gagasan, berkolaborasi dalam berbagai program, serta bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
"Oleh karenanya, apabila ada organisasi yang bergabung dengan harapan memperoleh manfaat yang bersifat pribadi, komersial, ataupun kepentingan tertentu, tentu hal tersebut bukanlah tujuan utama daripada Formas. Namun, jika organisasi yang bergabung hadir dengan semangat pengabdian, kolaborasi, serta keinginan untuk bersama-sama mengawal pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, maka Formas menyambut dengan tangan terbuka."
"Saya percaya apabila seluruh organisasi yang berada di bawah naungan Formas memiliki semangat yang sama, maka kekuatan kolaborasi yang kita bangun akan menjadi modal besar dalam mendukung kemajuan bangsa serta mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Pengukuhan ini turut dihadiri secara langsung Ketua Dewan Pembina Formas, Hashim Djojohadikusumo. Selain itu, hadir pula Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan, dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor.
(Rahman Asmardika)