Cucu Pendiri NU Sebut Kerukunan Umat Beragama di Sulteng Sangat Tinggi

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 07 Agustus 2026 13:20 WIB
Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam
Share :

JAKARTA - Calon Ketua Umum PBNU Kiai Abdussalam Shohib alias Gus Salam mengaku terinspirasi oleh strategi dakwah pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua, yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, moderasi, keadilan, serta penguatan syiar Islam melalui lembaga pendidikan.

‘’Hubungan erat antara keluarga besar Alkhairaat dan NU telah terjalin sejak lama,’’ujarnya saat bersilaturahmi dengan jajaran PWNU dan PCNU se-Sulawesi Tengah, dikutip, Jumat (7/8/2026).

Salah satu buktinya adalah kisah masyhur tentang pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, yang pernah bersilaturahmi dengan Kiai Hasyim Asy'ari pada 1926 saat melakukan lawatan dakwah dan syiar Islam di Jombang.

Dalam kesempatan tersebut, Cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri ini juga sowan kepada Rais Syuriyah PWNU Sulawesi Tengah, Al Habib Ali Hasan Al Jufri, sebagai wujud menjalankan dawuh para masyayikh dan ulama sepuh NU untuk mempererat silaturahmi.

“Alhamdulillah, sebelum silaturahim PWNU-PCNU se-Sulawesi Tengah, saya sowan Rais Syuriyah untuk mengenalkan diri, menjalin kedekatan dan minta izin serta mohon waktu sebelum bertemu dengan ketua-ketua PCNU se-Sulteng,” kata Gus Salam.

“Banyak hal kita perbincangkan, mulai kondisi NU di Sulteng, hingga perjalanan ulama terdahulu serta keakbaran mereka dalam bertukar ilmu dan strategi dakwah syiar Islam di Nusantara, termasuk di Kepulauan Celebes, Sulawesi,” sambungnya.

Gus Salam juga mengapresiasi para penerus Guru Tua yang dinilainya konsisten menjaga persatuan, kerukunan antarumat, dakwah yang santun, dan melanjutkan pengembangan lembaga pendidikan yang telah dirintis para pendahulu.

 

Menurut Gus Salam, karakter dan perkembangan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Tengah menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang. Ia menilai PWNU setempat memiliki peluang strategis dalam mendorong serta memfasilitasi penguatan kemandirian umat melalui berbagai program yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat.

“Lembaga keuangan syariah atau terintegrasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) potensial berdiri di Sulteng. Sebagai lembaga gotong royong berkarakter koperasi yang beroperasi untuk menggalang dan mensupport usaha-usaha ekonomi warga,” kata Gus Salam.

Gus Salam menegaskan bahwa tugas utama NU adalah menjaga dan mengembangkan agama. Namun, menurutnya, peran tersebut juga dapat diwujudkan dengan mendorong penguatan ekonomi umat melalui pengembangan UMKM di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ia menilai kemandirian ekonomi masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkokoh kehidupan beragama.

‘’Transformasi pesantren dan lembaga pendidikan menjadi keharusan supaya bisa mengikuti dan menghadapi kemajuan zaman. NU juga harus bisa memberi pelayanan di bidang kesehatan, salah satunya dengan mengelola fasilitas kesehatan yang berkarakter,” tandasnya.

Gus Salam menilai NU perlu terus melakukan transformasi, baik dalam kebijakan maupun program pelayanan, agar semakin mampu menghadirkan kemaslahatan bagi umat. 

Oleh karena itu dia berharap, Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menjadi momentum lahirnya pembaruan yang membawa NU semakin maju, damai, dan berkelanjutan.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya