JAKARTA - Orang tua almarhum Affan Kurniawan, Zulkifli, mengimbau masyarakat dan rekan-rekan seperjuangan anaknya untuk tidak menggelar peringatan setahun kematian Affan secara berlebihan.
Imbauan tersebut disampaikan Zulkifli setelah keluarga mendengar adanya informasi mengenai rencana peringatan satu tahun meninggalnya Affan. Ia berharap masyarakat menghormati keputusan keluarga dan cukup mendoakan almarhum.
"Saya Zulkifli bersama dengan istri saya Ibu Erlina, selaku orang tua kandung dari almarhum Affan Kurniawan bersama dengan kuasa hukum keluarga Bapak H. Achmad Michdan. Kami mendengar adanya informasi yang disampaikan kepada keluarga bahwa akan adanya peringatan satu tahun almarhum Affan Kurniawan," ujar Zulkifli dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Zulkifli mengatakan, keluarga memahami semangat rekan-rekan Affan untuk mengenang almarhum. Namun, pihak keluarga hanya meminta agar Affan didoakan.
"Saya sekeluarga mengerti dan memahami semangat dari rekan-rekan almarhum tapi kami dari pihak keluarga hanya meminta doa kepada rekan-rekan untuk almarhum agar dilapangkan kuburnya, diampuni dosanya dan diterima amal ibadannya," tuturnya.
Menurut Zulkifli, keluarga sendiri hanya akan menggelar pengajian dan doa bersama di masjid terdekat untuk mendoakan Affan.
"Karena kami dari keluarga juga hanya melakukan pengajian dan doa bersama di masjid terdekat. Kami berharap kepada rekan-rekan almarhum untuk dapat mengerti dan menghormati keputusan keluarga demi ketenangan almarhum yang insyaallah sudah husnul khatimah," kata dia.
Selain meminta tidak digelar kegiatan peringatan secara berlebihan, keluarga juga menyatakan keberatan apabila foto, konten, maupun kegiatan yang mengatasnamakan Affan digunakan untuk kepentingan apa pun.
"Kami keluarga juga tidak berkenan foto almarhum, konten-konten tentang almarhum dan kegiatan apapun yang mengatasnamakan almarhum. Demikian yang kami sampaikan, sekali lagi kami imbau kepada rekan-rekan almarhum hanya memberikan doa tanpa adanya kegiatan yang berlebihan demi ketenangan almarhum," pungkasnya.
(Awaludin)