3. Muhammad Risky Pratama
Prabowo juga menyapa Muhammad Risky Pratama. Risky mendapat manfaat dari Sekolah Rakyat.
“Salah satu siswanya adalah Muhammad Rizki Pratama, usia 12 tahun. Rizki. Rizki pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual,” imbuhnya.
Prabowo menjelaskan, sosok Risky sempat mengalami putus sekolah. Kegigihan Risky, mengantarkannya bisa mendapatkan pendidikan.
“Ia sempat putus sekolah dan waktu masuk sekolah rakyat, ia belum lancar membaca dan belum bisa menghitung dengan baik. Hari ini Rizki kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita,” jelasnya.
“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak, saudara-saudara sekalian. Saya yakin Rizki kau akan menjadi pribadi yang kuat,” sambungnya.
4. Citra Nur Ramadhani.
Selain itu, hadir juga Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan di Provinsi Sulawesi Selatan. Prabowo menyebut Citra hampir putus sekolah saat berada di kelas 4 SD. Citra kini kembali bersekolah dan sempat mendapat juara karate tingkat kabupaten.
“Hadir pula Citra Nur Ramadhani dari Kabupaten Pangkajene, dari Provinsi Sulawesi Selatan. Ketika kelas empat sekolah dasar, Citra hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah wafat dan ibunya penyandang disabilitas. Sekolah rakyat memberi Citra kesempatan untuk belajar tanpa meninggalkan keluarganya menghadapi perjuangan sendiri. Citra pun kemarin berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten,” tutur Prabowo.
Prabowo sempat bertanya usia Citra. Prabowo mengingatkan Citra untuk tidak berpacaran karena masih 10 tahun.
“Citra, umurmu berapa? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagilah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu ya. Jadi enggak ada yang berani nanti main-main sama kau ya,” ungkapnya.
5. Susana
Prabowo lalu menyapa salah satu warga Kabupaten Bogor, Susanah. Susanah merupakan penerima program manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang kini terbantu perekonomiannya.
"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar 700 Rupiah per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujarnya.