Jelang Muktamar NU, Para Ulama Komitmen Tolak ‘Serangan Fajar’

Arief Setyadi , Jurnalis
Sabtu 22 Agustus 2026 21:33 WIB
Forum Ulama (Foto: Ist/Okezone)
Share :

Sementara itu, Adnan Anwar menekankan agar calon Rais Aam dan Ketum PBNU memahami geopolitik kekinian. “Tidak seperti sekarang, ngurus Ba’alawi saja tidak bisa, malah memihak. Indonesia itu dijadikan target setelah Iran. Islam di Indonesia dianggap sebagai gangguan ekonomi mereka, makanya pesantren mulai di-bully. Beda sekali dengan zaman Kiai Said Aqil Siradj, saat itu pengkaderan jalan, universitas tumbuh, dan seterusnya,” ujar Adnan.

Penasehat LBM PWNU DKI Mukti Ali Qusyairi justru mengungkapkan kriteria AHWA. Ia menilai, jika ada yang paling alim, maka dahulukan yang paling alim, dan paling tertib pendidikannya. 

“Pilihannya hanya Kiai Said, beliau pernah mendampingi empat Rais Aam dan berjalan baik-baik saja, tidak ada persoalan maupun masalah penting seperti saat ini,” tuturnya.

Ia pun menekankan, segenap pengurus PWNU dan PCNU wajib hukumnya melawan suap AHWA, wajib tanpa terkecuali. Menerima suap adalah kebobrokan moral tertinggi yang tidak seharusnya dinormalisasi oleh para muktamirin.

Muktamar ke-35, seluruh elemen NU diharapkan memegang teguh untuk berani tegas menolak segala bentuk komersialisasi suara dan stempel organisasi. Lewat Forum tersebut setidaknya membuka kesadaran serta perbaikan agar segenap muktamirin kembali pada niat dasar ber-NU.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya