Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

32 PWNU Sepakat Ingin Ada Perubahan, Minta Muktamar NU Digelar di Jakarta

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2026 |11:43 WIB
32 PWNU Sepakat Ingin Ada Perubahan, Minta Muktamar NU Digelar di Jakarta
32 PWNU Sepakat Ingin Ada Perubahan, Minta Muktamar NU Digelar di Jakarta
A
A
A

JAKARTA –  Sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) meminta perubahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka meminta agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU digelar di Jakarta. Hal itu didasarkan pertimbangan waktu yang sudah semakin dekat dan memerlukan persiapan yang matang.

Mantan Katib PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal alias Gus Rijal mengatakan, selama pelaksanaan Konbes dan Munas NU di Ploso, Kediri pada 20-22 Juni 2026, banyak fungsionaris PWNU se-Indonesia yang menghendaki perubahan di tubuh ormas islam terbesar di Indonesia tersebut.

‘’Mereka sampaikan sikap itu kepada sesama fungsionaris NU yang dikenal di berbagai daerah melalui jaringan personal,’’ ujar Gus Rijal, Senin (6/7/2026).

‘’Debat materi di sidang komisi organisasi beserta plenonya terasa merobek persaudaraan dan kesatuan jam’iyyah. Adab jam’iyyah yang diserap dari sumber Islam dan teladan di pesantren diabaikan,’’ lanjutnya.

Gus Rijal menjelaskan, mayoritas PWNU menginginkan perubahan total pada kepengurusan PBNU mendatang. ‘’Dan potensial akan diikuti oleh PCNU-PCNU di wilayahnya,’’imbuhnya.

Mereka juga meminta agar pelaksanaan muktamar ke-35 NU segera ditetapkan. Karena kepanitiaan muktamar telah ditetapkan 8 Mei 2026.

‘’Rapat internal PBNU belum bersepakat tentang lokasi muktamar sesuai usulan wilayah dan pesantren, bahkan telah dilakukan survei. Penetapan dibawa ke Konbes dan Munas NU, 20-22 Juni di Ploso, Kediri. Ini pun gagal ditetapkan, dan sempat memicu kericuhan dalam pleno Konbes,’’ujarnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement