Namun, Budi mengatakan, rekening tersebut dapat kembali ditindaklanjuti apabila penyelidikan menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam aliran dana.
"Tapi apabila ditemukan ada pidana, misalnya, mohon maaf ada aliran rekening dari orang untuk sengaja membuat Jakarta tidak aman, ada lagi rekening-rekening itu masuk dari, mohon maaf dalam tanda kutip, judi online ataupun aliran narkoba, ini kan juga harus kita lihat," sambungnya.
Budi menegaskan, pihaknya tidak melakukan penyitaan terhadap rekening tersebut. Dia memastikan apabila tidak ditemukan unsur pidana, rekening akan dibuka kembali dan dana di dalamnya tidak berkurang.
"Kalau rekening itu, transaksi itu sehat, silakan. Selama 5 hari kerja akan dijamin untuk dibuka dan tidak berkurang satu rupiah pun," jelasnya.
Sebelumnya, melalui video yang beredar di media sosial, Botok sempat memperlihatkan saldo yang tertahan pada aplikasi mobile banking di ponselnya.
Dia menyebut saldo lebih dari Rp80 juta tidak dapat digunakan karena rekeningnya diblokir.
"Rekening saya, uang pribadi saya, dan uang donasi dari teman-teman, totalnya Rp80,9 juta diblokir. Ada buktinya ini," tutur Botok.
(Awaludin)