Dalam perjalanannya, pria yang kerap dijuluki Bima ini ternyata mulus mengikuti semua tahapan seleksi. Namun persoalan datang. Tes akhir AAD di Bandung berbarengan dengan seleksi final AAU di Yogyakarta.
Dilema pun melanda. Bagyo dihadapkan dua pilihan: menjadi tentara Angkatan Darat atau Udara. Di tengah kebimbangan itu, Bagyo kemudian menemui salah seseorang yang dipandang berkemampuan lebih dalam agama.
“Jawaban yang diberikan bukan langsung memilih AAU atau AAD, melainkan sholat istikharah guna meminta petunjuk Allah SWT,” ujar Bagyo.
Setelah melaksanakan nasihat itu, serdadu kelahiran 12 Juni 1946 ini pun mendapat jawaban. Namun untuk meyakinkan, dia kembali menemui sosok yang dipercayainya tersebut dan mengonsultasikan hasil sholat istikharah yang didapat.
Hasilnya? Bagyo disarankan sebaiknya memilih AAD. Tanpa pikir panjang, dia menentukan pilihan masuk pendidikan Angkatan Darat. Naib baik, dia sebagai Taruna diterima berdasarkan Surat Keputusan Menteri Utama Bidang Pertahanan No. Kep-08/I/1967.