Di samping itu, Gus Kikin juga menempuh pendidikan nonformal di pondok pesantren. Tercatat, ia pernah nyantri di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang yang didirikan oleh ayahnya, serta di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Jombang, yang didirikan oleh kakeknya.
Sebelum aktif sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng dan pengurus NU, Gus Kikin memiliki pengalaman di dunia pelayaran dan dunia usaha. Setelah menyelesaikan pendidikan di STIP Jakarta, ia pernah bekerja sebagai Kepala Cabang Wilayah Cilegon PT Djakarta Lloyd.
Ia juga terlibat dalam sejumlah unit usaha, antara lain di bidang transportasi, pelayaran, kontraktor migas, teknologi informasi, hingga media.
Pengalaman di dunia usaha menjadi bagian dari perjalanan Gus Kikin sebelum kemudian lebih banyak mencurahkan aktivitasnya di lingkungan pesantren dan organisasi NU.
Gus Kikin mulai dipercaya menjadi Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng pada 2016. Setelah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) wafat pada 2020, Gus Kikin meneruskan kepengasuhan pesantren tersebut. Sebelum terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin diamanahkan menjadi Ketua PWNU Jawa Timur.
(Rahman Asmardika)