KINSHASA - Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) telah menewaskan lebih dari 3.000 orang dari lebih dari 6.100 kasus terkonfirmasi, menurut data pemerintah terbaru yang dirilis pada Rabu, (2/9/2026). Laporan ini muncul seiring dengan terus menyebarnya penyakit tersebut secara cepat.
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo menunjukkan bahwa 6.186 kasus terkonfirmasi dan 3.007 kematian telah tercatat sejak wabah tersebut dinyatakan pada tanggal 15 Mei.
Wabah yang disebabkan oleh varian Ebola Bundibugyo ini merupakan wabah penyakit tersebut dengan laju penyebaran tercepat yang pernah tercatat, menurut data pemerintah, yang dilansir TRT.
Saat ini belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui untuk jenis (strain) Bundibugyo tersebut.
Wabah ini telah memburuk sejak pertama kali diumumkan, sementara infrastruktur kesehatan yang lemah, penolakan masyarakat, ketidakstabilan, serta protes dari para petugas penanganan wabah telah menghambat upaya untuk mengidentifikasi dan mengendalikan kasus-kasus tersebut.
(Rahman Asmardika)