KUWAIT – Sistem pertahanan Kuwait menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran dalam gelombang serangan terbaru, demikian diumumkan militer negara Teluk itu pada Kamis (3/9/2026). Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya bentrokan regional menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.
"Sistem pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone musuh menyusul agresi keji Iran," demikian pernyataan Staf Umum Angkatan B вооружenjata Kuwait dalam sebuah unggahan di platform X.
Pimpinan militer mengonfirmasi bahwa suara ledakan keras yang terdengar di sejumlah wilayah negara tersebut disebabkan oleh baterai pertahanan udara yang secara aktif mencegat target musuh yang masuk. Militer juga mengimbau warga dan penduduk untuk mematuhi secara ketat arahan keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Kantor berita Iran, IRIB, mengklaim bahwa pangkalan militer AS di Kuwait terkena serangan dalam operasi tersebut.
Laporan menyebutkan salah satu pangkalan Amerika terkena serangan, yang menyebabkan kepulan asap membubung tinggi.
Serangan udara ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk, di mana Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan sejak bulan Februari.
Kuwait telah berulang kali berada dalam jangkauan serangan Iran.
Belum diketahui secara pasti apakah angkatan bersenjata atau infrastruktur domestik Kuwait mengalami kerusakan maupun korban jiwa akibat rentetan serangan udara tersebut.
(Rahman Asmardika)