JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto keinginan untuk memperkuat kerja sama mulai dari pembuatan kapal hingga energi nuklir. Hal itu disampaikan Putin saat bertemu Prabowo dalam jamuan santap siang di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Rusia akan memberikan perhatian terhadap pengembangan kerja sama bilateral dengan Indonesia di berbagai bidang. Selain pembangunan kapal dan energi nuklir, kerja sama juga mencakup pertanian serta teknologi digital.
“Kami memberikan perhatian pada pengembangan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir,” kata Putin.
Menurut Putin, kerja sama tersebut menjadi bagian dari hubungan bilateral Indonesia dan Rusia yang terus berkembang. Ia menyebut kedua negara telah menjalin hubungan persahabatan selama bertahun-tahun.
“Indonesia merupakan salah satu mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Kita telah menjalin hubungan persahabatan selama bertahun-tahun. Perdagangan antara kedua negara juga terus berkembang,” ujarnya.
Putin juga mengungkapkan bahwa volume perdagangan Rusia dan Indonesia meningkat 12 persen pada tahun lalu. Ia mengatakan Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja untuk mendorong hubungan kedua negara.
“Pada tahun lalu, volume perdagangan meningkat 12 persen. Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan dan kerja sama teknis terus bekerja,” kata Putin.