Komnas HAM Soroti Ancaman 'Hilangnya Generasi' Akibat Konflik di Papua

Felldy Utama, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 15:06 WIB
Komnas HAM soroti ancaman 'hilangnya generasi' akibat konflik di Papua (Foto: Felldy Utama/Okezone)
Share :

JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Atnike Nova Sugiro, menyoroti persoalan kemanusiaan di Papua yang tak kunjung pulih. Konflik bersenjata yang terus berlanjut antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata dinilai telah memicu gelombang pengungsi internal yang mengancam masa depan generasi Papua.

Atnike mengungkapkan Komnas HAM telah membentuk tim khusus Papua sejak 2022 sebagai respons atas kekerasan yang terus berulang. Menurutnya, dampak dari konflik ini bukan sekadar jatuhnya korban jiwa, melainkan juga lumpuhnya tatanan sosial ekonomi masyarakat, yaitu dengan adanya gelombang pengungsi internal.

"Persoalan pengungsi internal yang terjadi akibat konflik yang terjadi akibat konflik dan kekerasan di Papua tersebut akan mengakibatkan hilangnya generasi Papua," kata Atnike saat konferensi pers bersama Pansus Papua DPD RI, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

"Karena para pengungsi internal tersebut tidak bisa mendapatkan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan apabila mereka tidak bisa kembali ke kampung halamannya," ujarnya.

Ia pun memastikan Komnas HAM akan memberikan dukungan penuh terhadap segala upaya dalam rangka mendorong pemulihan situasi HAM di Papua, khususnya mengembalikan pengungsi ke kampung halamannya dan mendapatkan hak-haknya atas kesejahteraan.

"Dalam hal ini Pansus Papua DPR RI yang juga ingin mendorong persoalan Papua agar menjadi perhatian lebih serius dari pemerintah pusat khususnya, tentu Komnas HAM dengan senang hati mendukung dan berkolaborasi ke depan terutama dari tugas dan kewenangan Komnas HAM yang fokus pada persoalan hak asasi manusia," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya