Prabowo: Pembangunan Tak Boleh Hanya Berikan Manfaat Segelintir Pihak!

Binti Mufarida, Jurnalis
Kamis 03 September 2026 17:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto/Biro Pers
Share :

VLADIVOSTOK  - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat bagi segelintir pihak. Namun harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Demikian disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026).

Mengangkat tema forum, “The Far East: Development for the Benefit of People,” Prabowo mengatakan bahwa semangat pembangunan untuk kepentingan rakyat juga merupakan mandat yang diterimanya dari masyarakat Indonesia. Kepala Negara kembali menegaskan filosofi ekonomi Indonesia yang berlandaskan realisme, pragmatisme, serta upaya menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin rakyat.

“Pembangunan tidak bisa hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga biasa: apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasilnya dengan harga yang adil, apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak, apakah anak-anak muda mendapatkan pekerjaan produktif, dan apakah listrik menjangkau setiap rumah di setiap desa,” ujarnya.

Filosofi tersebut, menurut Prabowo, menjadi dasar bagi berbagai agenda prioritas pemerintah, mulai dari penyediaan Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak dan ibu, pencapaian swasembada pangan dan ketahanan energi, hingga percepatan hilirisasi industri agar kekayaan sumber daya alam Indonesia menciptakan industri, keterampilan, serta lapangan kerja di dalam negeri.

“Inilah mengapa kita mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan hanya demi pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan rakyat keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang bermartabat,” tegasnya.

Prabowo kemudian menyoroti peluang besar kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia. Menurutnya, karakter ekonomi kedua negara yang berbeda justru menjadi kekuatan karena dapat saling melengkapi. Rusia memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan teknologi rekayasa maju, sementara Indonesia memiliki kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, tenaga kerja muda, sekaligus akses menuju pasar ASEAN.

Hasil penguatan hubungan tersebut telah terlihat dari perdagangan bilateral yang pada 2025 mendekati 5 miliar dolar AS, meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan 2023. Presiden menegaskan bahwa capaian tersebut baru merupakan awal. “Capaian ini baru permulaan, bukan batas tertinggi,” ujar Prabowo.

 

Dalam forum tersebut, Prabowo mengajak Indonesia dan Rusia menetapkan target yang lebih ambisius, yakni menggandakan nilai perdagangan bilateral dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (EAEU). Peningkatan tersebut diharapkan ditopang oleh ekonomi yang saling melengkapi, pemberlakuan FTA yang diperkirakan mulai berlaku pada awal 2027, serta hubungan yang makin erat antarpelaku usaha.

Dia juga menggarisbawahi pengalaman ASEAN dalam membangun perdamaian melalui konsultasi dan kerja sama.

Menurutnya, pilihan ASEAN untuk mengedepankan konsultasi dibanding konfrontasi telah menghasilkan peace dividend selama hampir enam dekade, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan kehidupan masyarakat dapat tumbuh dalam suasana yang stabil.

Indonesia, lanjut Prabowo, mengundang Rusia dan seluruh anggota EAEU untuk memperluas manfaat tersebut dengan menghubungkan Eurasia semakin erat dengan Asia Tenggara. Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU yang ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 mencakup penghapusan atau pengurangan bea atas 11.882 pos tarif, atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.

 

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen dan dirinya telah menandatangani peraturan presiden untuk ratifikasi perjanjian tersebut pada Juli 2026. Kepala Negara pun mendorong seluruh negara anggota EAEU menyelesaikan prosedur internal agar perjanjian tersebut dapat segera dimanfaatkan.

“Indonesia ingin perjanjian ini berlaku dan digunakan sesegera mungkin setelah pertukaran notifikasi memungkinkan. Saya mengajak setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya sehingga kita dapat segera memanfaatkan perjanjian ini,” tuturnya.

Prabowo menegaskan bahwa FTA tersebut harus segera diterjemahkan menjadi perdagangan konkret. Delegasi bisnis Indonesia yang hadir di Vladivostok pun diarahkan untuk menyiapkan pengiriman perdana, menemukan pembeli, memastikan jalur logistik, serta menyiapkan mekanisme pembayaran agar ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute, dan kontrak telah tersedia. “Forum ini harus menjadi marketplace dari perjanjian tersebut,” pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya