Mengenal Kheibar Shekan, Rudal 'Penghancur Benteng' Iran Penggempur Pangkalan AS

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 04 September 2026 01:05 WIB
Rudal Kheibar Shekan Iran.
Share :

JAKARTA – Rudal Kheibar Shekan milik Iran telah menjadi salah satu senjata yang paling banyak dibicarakan dalam konflik antara negara itu dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Rudal balistik jarak menengah ini digunakan oleh Iran dalam serangan terhadap target militer dan infrastruktur AS di Timur Tengah pekan ini, sebagai balasan atas serangan terbaru dari Washington.

Spesifkasi Rudal Kheibar Shekan

Kheibar Shekan, yang dalam bahasa Persia berarti "Penghancur Benteng", adalah rudal balistik jarak menengah yang dikembangkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai bagian dari rangkaian persenjataan rudal mereka yang lebih luas. Rudal ini diperkenalkan pada tahun 2022. Namanya diambil dari 'Khaybar', istilah untuk permukiman berbenteng yang terkait dengan sejarah awal Islam, serta kata 'Shekan' yang berarti penghancur atau pemecah.

Rudal ini merupakan salah satu sistem rudal jarak menengah terbaru milik Iran, dengan jangkauan sekitar 1.450 kilometer dan kapasitas muatan (payload hulu ledak) antara 449 kilogram hingga 590 kilogram.

Sebagai perbandingan, AS telah memperkenalkan Precision Strike Missiles (PrSM) selama konflik berlangsung; rudal ini digambarkan oleh produsennya, Lockheed Martin, sebagai rudal serangan presisi jarak jauh yang mampu menghantam target dalam jarak mulai dari 60 kilometer hingga lebih dari 499 kilometer.

Amerika Serikat juga telah menggunakan rudal jelajah Tomahawk, yaitu senjata berpemandu presisi jarak jauh yang mampu terbang pada ketinggian rendah dan menghantam target hingga jarak 2.500 kilometer.

Dilansir Al Jazeera, salah satu karakteristik utama rudal Kheibar Shekan adalah sistem propulsi berbahan bakar padat, yang memungkinkannya diluncurkan dalam hitungan menit saat terjadi krisis. Rudal berbahan bakar padat sudah memiliki bahan bakar yang terisi di dalamnya, sehingga tidak perlu diisi ulang sesaat sebelum peluncuran—sebuah proses yang bisa memakan waktu beberapa jam. Hal ini menjadikannya lebih mudah dan aman untuk dioperasikan, lebih sulit terdeteksi, serta membutuhkan dukungan logistik yang lebih sedikit untuk pengangkutan bahan bakar.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya