Ia menilai pertanyaan tersebut wajar, mengingat kunjungan Presiden ke Rusia berlangsung ketika Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan domestik, termasuk gempa bumi di NTT serta karhutla di sejumlah provinsi.
Namun, Qodari menegaskan bahwa agenda luar negeri Presiden juga diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mencari peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," katanya.
Qodari menjelaskan, semakin banyak peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, hingga ketahanan ekonomi Indonesia.
Hal itu, menurut dia, tercermin dalam kunjungan Prabowo ke Rusia dan kehadirannya dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Dalam forum tersebut, Presiden mengajak pelaku usaha global untuk berinvestasi dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.
Prabowo juga mendorong Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral apabila kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku.
Selain perdagangan dan investasi, Presiden turut mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di bidang pangan dan energi.