Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.
Qodari menegaskan, penanganan persoalan dalam negeri dan diplomasi luar negeri bukan dua agenda yang saling bertentangan. Keduanya justru dijalankan secara bersamaan untuk mencapai tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Oleh karena itu, bagi Indonesia, mengatasi tantangan di dalam negeri dan memperjuangkan kepentingan nasional melalui diplomasi bukanlah dua hal yang bertentangan," kata Qodari.
"Keduanya merupakan tugas yang dijalankan secara bersamaan, saling melengkapi, dan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," lanjutnya.
Ia menambahkan, masyarakat Indonesia harus menjadi penerima manfaat utama dari setiap langkah diplomasi yang dilakukan pemerintah.
“Kunjungan Prabowo ke Rusia tidak hanya dipandang sebagai agenda hubungan luar negeri, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kepentingan nasional, membuka peluang ekonomi, serta membangun ketahanan Indonesia di tengah dinamika global,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )