JAKARTA - Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengusut, kasus penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Nduga diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan penembakan terhadap masyarakat sipil.
“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut,” kata Faizal, Kamis (10/9/2026).
Setelah kegiatan selesai, rombongan kemudian hendak kembali ke Wamena. Namun, di tengah perjalanan mereka dicegat sejumlah orang yang diduga membawa senjata api.
Para pelaku kemudian membiarkan delapan anggota rombongan melanjutkan perjalanan. Sementara tiga orang lainnya menjadi korban penembakan.
“Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku,” ujar Faizal.
Tiga korban masing-masing dua perempuan berinisial WB (24) dan AR (49), serta seorang laki-laki berinisial AAM (35). Ketiganya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ketiga korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis.
Faizal menegaskan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Jayawijaya akan mengusut kasus tersebut secara menyeluruh.
“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap identitas serta memastikan keterlibatan kelompok yang diduga bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
(Awaludin)