Oleh karena itu, Pemprov DKI akan melibatkan sektor swasta dalam pembangunan SJUT. Pramono menilai proyek tersebut memiliki nilai bisnis sehingga dapat dikerjakan secara kolaboratif oleh berbagai pemangku kepentingan.
"Maka keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada. Kami meyakini secara bisnis juga menarik. Sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta ini," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menyebut anggaran pembangunan SJUT tahun ini mencapai Rp90 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jaringan sepanjang 16,9 kilometer di sejumlah ruas jalan.
"Anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar," ujar Heru.
Adapun pembangunan SJUT mencakup sejumlah ruas jalan, yakni Jalan MT Haryono, Gatot Subroto, Prof. Dr. Soepomo, Abdullah Syafei, Dr. Saharjo, Pemuda, Otto Iskandardinata (Otista), Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara.
(Rahman Asmardika)